Salah satu trek veteran di Gunung Bromo yang cukup terkenal yaitu Trek Jemplang Tumpang. Trek yang satu ini memiliki titik start di Desa Jemplang, sedangkan titik finish berada di Pasar Tumpang. Salah satu alasan para rider betah ber-gowes di trek ini karena view-nya yang menawan.

Namun, rider yang ingin ber-gowes di trek ini wajib menjaga jarak yang cukup terjangkau antara satu dengan lainnya karena rutenya didominasi oleh turunan yang cukup terjal. Bagian tersulit, para rider juga harus siap dengan jalanan berliku serta banyaknya tanah berlubang akibat sering dilewati motocross yang membuat handling menjadi berantakan akibat ban yang sering terlepas tiba-tiba. Adapun resiko lain yang diterima antara lain, kampas rem menjadi boros dan ban menjadi bocor. Awalnya, trek ini hanya memiliki lintasan yang menurun dengan jurang yang berada di sebelah kirinya. Namun saat ini, tekstur tanah yang buruk menjadi medan utama.

Setelah lintasan tersebut, lintasan akan kembali pada rolling-rolling ringan dengan tekstur tanah yang lebih baik dari sebelumnya. Jurang pun berkurang karena mulai tertutup dengan semak-semak yang tebal hingga nampak seperti bukit. Lintasan ini akan membawa para rider mencapai setengah perjalanan. Di titik ini biasa digunakan untuk beristirahat sekaligus menikmati hawa yang sejuk dii Bromo.

Trek Jemplang Tumplang tergolong menjadi trek yang cukup singkat. Banyaknya turunan membawa para rider ke titik terakhir dengan lintasan yang lebih ekstrim, medan off road. Namun trek selanjutnya kembali akan mendominasi pada titik-titik jalanan makadam yang masih teraspal hingga akhirnya memasukki garis finish yang terletak di Pasar Tumpang.