Prestasi dalam bidang downhill yang dimiliki oleh pria kelahiran Blitar 24 Juli 1986 ini memang tidak diragukan lagi. Pasalnya, sederet prestasi tingkat nasional maupun internasional telah berhasil ia raih. Mulai dari kejurnas, kejuaraan tingkat Asia, hingga SEA GAMES. Popo, yang akrab dipanggil ‘Bogel’ ini memang telah memiliki impian dan cita-cita menjadi pembalap profesional sejak kecil. Impiannya tersebut didukung penuh oleh orang tua berserta keluarganya.

11082729_10204012839667443_1924084127_n
Popo Ario saat mengikuti Australian Championship 2015

Dunia sepeda mulai diperkenalkan oleh ayah Popo yang berprofesi sebagai rider BMX. Sang ayah memberikannya sebuah sepeda BMX saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Kemudian, ia mulai tertarik ikut balap sepeda BMX saat sudah duduk di bangku SMP. Setelah SMA, Popo pindah ke Malang karena kota kelahirannya dianggap kurang membantu dalam mencapai impiannya. Selain itu, ia memutuskan pindah karena Malang merupakan base camp dari salah satu rider favoritnya, Sugianto Setiawan.

Setelah pindah, ia mulai mengikuti latihan sepeda dengan diawali sepeda road pada tahun 2003. Setahun kemudian, di bawah asuhan Sugeng Trihartono dan Zainul Siswanto, Popo menjalani latihan cross country sambil mengikuti beberapa kejuaraan selama dua tahun. Selama latihan, Popo menunjukkan kemampuannya dalam penguasaan teknik tubuh serta handling saat menghadapi turunan dengan baik. Oleh karena itu, sang pelatih merasa bahwa Popo memiliki skill yang kuat dalam downhill. Akhirnya Popo menekuni downhill sejak tahun 2007.

Setelah itu, dua medali perak dari ajang Sea Games dan Asia Championship berhasil diraihnya. Tidak hanya itu saja, sederet medali mulai direbutnya dari perlombaan tingkat nasional maupun internasional. Popo juga telah berhasil mengalahkan juara dunia downhill, Sam Hill, dalam ajang ‘Specialized Asia Pacific Downhill Challenge’. Dalam beberapa waktu terakhir, Popo mengikuti balap downhill internasional, Australian Championship. Hasilnya ia menduduki perigkat ke-26 dari 80 riders yang mengikuti perlombaan tersebut.

Saat ini Popo tergabung dalam tim Patrol Mountain FCJ. Ia menunggangi sepeda downhill merek Patrol 27,5 yang diproduksi secara lokal dari timnya sendiri. Kunci keberhasilan anak pertama dari empat bersaudara ini, selalu fokus dan pantang menyerah dalam meraih impian. Ia rela jauh dari keluarga yang ada di Blitar demi meraih impiannya tersebut. Selain itu, ia memiliki trik untuk selalu mencari tahu bagaimana karakter para pesaingnya saat berlomba. Menurutnya, tiap riders memiliki kelebihan dan karakter yang berbeda-beda yang harus diperhatikan.

 

Prestasi

Downhill:
–    Juara Umum UKDI 2009 dan 2010 kelas Men Elite
–    Medali Emas Asia Championship Continental, Malaysia 2009
–    Juara Pertama UKDI seri 1 dan 4, Indonesia 2009
–    Juara Kedua UKDI seri 2 dan 3, Indonesia 2009
–    Medali Emas PON (Pekan Olahraga Nasional) 2008
–    Medali Perak Sea Games, Philipina 2007
–    Medali Perak Asia Championship, China 2007

Cross country:
–    Juara Kedua Kelas Open Men, Asia championship, Bali 2006
–    Juara Kedua Kelas Elite Men, Malaysia Cross Country 2005
–    Juara Keempat Kelas Open Men, Asean Championship, Malang 2005
–    Juara Kedua, Kejurnas Puspitek 2004
–    Juara Pertama Kelas Junior, Kejurnas Puspitek 2004
–    Juara Kedua Kelas Junior, Kejurnas Bogor 2004
–    Juara Kedua Kelas junior, Kejurnas Jakarta 2004