Sebagai trek yang baru saja selesai diupgrade, trek downhill Tlogo Resort, Tuntang, Salatiga langsung debut sebagai trek yang jadi lokasi gelaran salah satu seri Kejurnas Indonesian Downhill (IDH) 2015. Tepatnya pada seri ke -2 tanggal 5-7 Juni 2015. Tlogo Resort yang terletak di kawasan wisata Bukit Rong ini punya pemandangan yang luar biasa, dihiasi rangkaian pegunungan yang mengelilingi, diantaranya Gunung Telomoyo, Gunung Sindoro, Gunung Ungaran, Gunung Merapi, dan Gunung Sumbing. Tlogo resort juga punya danau Rawa Pening, tempat wisata air yang menyegarkan.

downhill tlogo shawor mtb jemping
Shawor Kurniawan

Trek Tlogo Salatiga atau juga dikenal dengan nama Trek Goa Rong, Salatiga ini dengan mudah memenuhi syarat yang ditetapkan panitia penyelenggara, salah satunya karena persiapan apik yang dilakukan komunitas pe-downhill Salatiga. Menurut Shawor Kurniawan, salah satu aktifis olahraga gowes ekstrim di Salatiga, trek Tlogo di Tuntang ini memiliki panjang lintasan 1100 meter dan dengan elevasi 150 meter dari start hingga finish. Trek ini meliputi 95% turunan dan 5% cenderung rata, dengan beberapa pedaling diperlukan untuk menambah kecepatan. Titik start lintasan ini berada di ketinggian 715 mdpl dan 565 mdpl saat mencapai finish, menawarkan udara sejuk dan segar. Kemiringan rata-rata lintasan trek yang menurut Shawor cukup teknikal ini, dari start hingga finish sekitar 8 derajat atau kecuraman 150 meter. Lumayan menantang.

tlogo shawor mtb jemping
Shawor Kurniawan dan rekan-rekan pe-downhill Salatiga

Lebih lanjut Shawor Kurniawan, yang juga penunggang sepeda downhill Lapierre DH920 dan pemilik toko sepeda ZZCycles, menjelaskan pada jemping.com bagaimana proses trek Tlogo Resort bisa terpilih menjadi salah satu tempat diselenggarakannya seri balap sepeda bergengsi nasional ini. Memang tidak mudah memenuhi standar nasional yang ditetapkan, tapi berkat usaha Shawor dan rekan-rekan pedownhill Salatiga, membenahi trek dan juga mempromosikan treknya ke penyelenggara IDH, akhirnya trek Tlogo bisa terpilih. Trek yang mereka oprek hingga asik itu, melintasi area perkebunan dan resort wisata yang dimiliki dan dikelola Perusahaan Daerah (Perusda) Jawa Tengah.

IDH punya standar tertentu yang digunakan untuk menentukan apakah sebuah lintasan boleh dipakai dalam rangkaian seri balapnya. Syarat penting diantaranya, perijinan harus lengkap terutama dari pemilik lokasi, punya elevasi minimal 125 meter, trek juga harus punya jalan akses untuk kendaraan bermotor dari start hingga finish yang cukup dekat dan layak, dekat dengan rumah sakit (antara 10-15 kilometer), tempat tersebut juga merupakan lokasi wisata yang ramai dikunjungi pengunjung, dan akses ke dan dari bandara tidak terlalu jauh (1-2 jam).

Bergegas aja segera ke Salatiga dan coba lintasan seru ini!

(shw/ats/chy)