Indonesian Downhill 2015 Seri 2 akan segera hadir di trek Downhill Tlogo Plantation, Tuntang, Salatiga. Trek Tuntang sendiri adalah trek baru yang pertama kalinya dipercaya jadi host IDH. Bahkan trek itu bisa dibilang sangat baru.

Lintasan pada track downhill Tlogo Plantation Resort memiliki panjang + 1900 meter. Trek ini punya beberapa obstacle menantang, salah satunya jembatan panjang yang mencapai 19 meter.

Track Downhill Tlogo Resort merupakan lintasan yang tergolong sangat baru sehingga cuaca akan mempengaruhi kondisi lintasan. Misalnya, dalam kondisi hujan dapat dipastikan kondisi trek sangat licin. Begitu sebaliknya, saat kondisi kering trek akan menjadi pasir lepas. Tentu kondisi tersebut akan menjadikan jalannya pertandingan semakin seru. Mengingat setiap peserta memiliki peluang yang sama untuk merebut kemenangan.

Sementara itu Parama Nugroho selaku Ketua Umum Indonesian Downhill mengatakan sengaja memilih trek baru. Selain baru, Nugroho juga sengaja memilih trek yang berada di Salatiga lantasan berdekatan dengan kawasan wisata.

“Lokasi ini dekat dengan kawasan wisata, jadi bisa sekaligus menjadi daya tarik,” ucap Parama Nugroho.

Akses untuk menuju trek Downhill Tlogo Plantation, Tuntang, Salatiga terbilang cukup mudah. Pasalnya lokasi ini mudah dijangkau dari berbagai tempat. “Dari Bandar Udara di kota Solo, Semarang, dan Yogyakarta juga bisa diakses. Makanya ini juga salah satu pertimbangan memilih lokasi ini,” tambah Nugroho.

IDH 2015 Seri 2 mempertandingkan 14 kelas yang terbagi dalam dua kategori berbeda. Kategori hobi dan prestasi. Berbagai klub maupun komunitas Downhill di Indonesia akan berkumpul untuk berlomba naik podium. Sebelumnya, berbagai persiapan lintasan telah dilakukan oleh Indonesian Downhill bersama komunitas Downhill dari Salatiga dan sekitarnya.

Saat ini tim Pelindo-3 Jemping Downhill (JDH) Racings tengah menuju Salatiga. Tim JDH berangkat menuju lokasi bersama tiga atlet yang semakin kompak. Dimitri de Blesser, Nizzar Sugianto, dan Deyna Rama siap meraih hasil positif di Salatiga. Berangkat lebih awal jadi salah satu strategi untuk mengenal lingkungan dan atsmosfere setempat. Hudaifan Klemens selaku manajer tim pun mengatakan akan melakukan walking trek saat tiba. Sementara persiapan untuk menghadapai trek basah juga diperkirakan. Ban basah spesifik untuk trek licin juga diboyong. Hal ini dilakukan karena dikabarkan hujan turun minggu lalu di Salatiga.