Indonesian Donhill 2015 Seri 4 Klemuk

Pertandingan Indonesian Downhill (IDH) 2015 Seri 4 berakhir cukup mengejutkan, hal ini karena hadirnya para pemenang yang tak terduga. banyak rider favorit menduduki puncak seeding run dengan catatan waktu yang mulus. Namun pasalnya hasil awal saat seeding run tak selamanya bertahan untuk sesi selanjutnya. Hal itu menjadi pergulatan hati dan membakar semangat rider yang lain untuk raih podium. Alhasil, para rider yang kalah di awal malah berhasil meraih podium, namun itulah fenomena yang terjadi di tanah IDH 2015 Seri 4 yang bertempat di Klemuk.

Di kelas master C, Abidin Abdullah berhasil berdiri di podium 2 meski saat seeding run tak menampakkan batang hidungnya. Dengan catatan waktu 03:14:671 detik di kelas Master C, ia bahkan hampir mengalahkan Zainul Siswanto dengan catatan waktu 03:12:585 detik. Adapun di kelas lain juga berlaku sama. Kelas Master B dan A dihuni oleh Suryanto Penthill dan Bambang Siady. Awalnya dua rider tersebut tak berhasil meraih posisi teratas pada awalnya di seeding run. Namun saat final run, dua rider tersebut ternyata masih punya taring dan berhasil menancapkan cengkraman di podium.

“Tidak ada yang bisa menebak siapa menjadi yang tercepat dalam sebuah kejuaraan downhill,”ucap Rudi Purnomo selaku manajer Team 76. Selain tidak ada yang bisa menebak hasil akhir sebelum rider berlaga. Menurut Rudi kecepatan adaptasi atlet menjadi barang yang sangat berharga di dalam kejuaraan downhill. “Sekalipun tuan rumah pun bisa melakukan kesalahan dan tertinggal catatan waktu, jadi memang itulah misteriusnya sebuah kejuaraan downhill. Track diubah sedemikian rupa oleh penyelenggara yang membuat para rider harus beradaptasi kembali,” ungkapnya.

Terpisah, tiga komisioner UCI yang hadir dalam pergulatan Indonesian Donwhill 2015 Seri 4 di Klemuk memberi sedikit saran untuk jangka panjang para rider downhill Indonesia. Geoff Kroninberg salah satu dari tiga orang tersebut menyatakan bahwa para rider Indonesia seharusnya dapat bersaing di jenjang Internasional. Hal itu ia ungkapkan lantasan kaget dengan antusias para peserta IDH yang menurutnya banyak. “Kami yakin downhill di Indonesia bisa semakin maju,” ucapnya sambil tersenyum.

Namun sebelum menuju ke Internasional, Geoff juga berharap kepada para penyelenggara untuk memperpanjang lintasan kompetisi. Hal itu diucapkan lantasan endurance para riders yang ia lihat masih kurang. “Saya melihat banyak rider potensial seperti Popo yang berlaga di World Cup, tapi kurang dari segi endurancenya karena memang track di Indonesia biasanya lebih pendek. Karena itulah saya berharap penyelenggara di Indonesian Downhill 76 ini bisa memikirkan hal itu,” ucap Geoff sebagaimana yang dilansir indonesianDownhill.com