Minimnya Biaya Infrastruktur Pembangunan infrastruktur masih sangat minim di Indonesia. Padahal pembangunan itu menjadi solusi tepat untuk pertumbuhan ekonomi yang kian tergerus. Masalahnya, terdapat kendala anggaran dalam pembiayaan proyek infrastruktur. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perbankan dan Finansial, Rosan P. Roeslani, mengatakan kebutuhan biaya pembangunan infrastruktur masih tinggi. Biaya itu mencapai 5.519 Triliun rupiah. Sementara APBN yang disediakan belum mampu membiayai seluruh rencana pembangunan. Ditemui di Menara Kadin dalam konferensi Pers terkait pelaksanaan Indonesia Infrasstructure Finance Conference 2015, Rosan menjelaskan tugas untuk infrastruktur masih ada. "Anggaran pemerintah dalam lima tahun belum cukup menutup kebutuhan infrastruktur. Maka sangat penting untuk mencari sumber biaya lain di luar pemerintah," tutur Rosan. Sumber biaya di luar pemerintah yang menjadi sumber alternatif dirasa sangat penting. Bahkan masih banyak jalan lain yang belum dimaksimalkan selama ini. (kadin Indonesia)

Jumat, (05/6) Tim Pelindo-3 Jemping Downhill (JDH) Racing langsung mengganti ban usai jajal trek Downhill Tlogo Plantation, Tuntang, Salatiga. Perlakuan khusus nan cepat segera dilakukan untuk menyambut hari esok. Faktanya, Sabtu (6/6) tim JDH Racing akan melakukan seeding untuk pagelaran Indonesian Downhill (IDH) 2015 Seri 2.

Gregorius Nazareth, selaku asisten manager tim menjelaskan perlakuan itu dilakukan para atlet untuk persiapan kompetisi besok. “meraka langsung ganti ban yang cocok untuk trek,” tulis asisten manager yang akrab disapa Inuk.

Pria asal Jakarta itu juga mengatakan kondisi Dimitri de Blesser, Nizzar Sugianto, dan Deyna Rama yang memperkuat tim JDH Racing sangat baik. Menurutnya, para atlet juga merasa tak ada masalah dengan trek. Bahkan ketiga atlet itu optimis untuk raih podium di Seri 2.

Cuaca pun mendukung situasi free practice hingga berakhir. Inuk menambahkan cerah dan berawan jadi kondisi cuaca yang menemani para atlet berlatih.