Dari kiri Puspita Mustika, Fanny Gunawan, Bandi
3 rider legenda saat TGF16: dari kiri Puspita Mustika, Fanny Gunawan, Bandi

Perhelatan kegiatan tour sepeda terbesar bertaraf internasional Toba GranFondo 2016 (TGF16) pada 20-21 Agustus lalu menjadi ajang berkumpul bagi para legenda pesepeda. Usia lebih dari matang, kulit boleh berkeriput namun semangat masih bergelora mengikuti gelaran acara. Adalah Fanny Gunawan sebagai peserta, Bandi sebagai mekanik TGF16, & TGF16 Commissaire sendiri, Puspita Mustika.

Sosok pertama yakni Fanny Gunawan, mantan runner up di Asean Games 1996. Hingga saat ini, Fanny masih akrab dalam dunia roadbike. Bermotivasi ingin merasakan bersepeda di tanah kaldera Danau Toba, Fanny Gunawan memutuskan untuk berpartisipasi dalam ajang berskala internasional TGF16. Bahkan pasca acara, Dia juga ikut bonus trek bergowes dari Parapat menuju Pulau Samosir.

“Sebenarnya saya ingin menikmati Samosir dari sudut pandang dari atas sepeda,” ungkap Fanny.

Legenda selanjutnya yaitu Pak Bandi, TGF16 Mechanics Support. Legenda hidup yang satu kini berperan untuk mengajarkan betapa pentingnya menjaga keawrtan sepeda dan nilai-nilai dalam bersepeda. Dahulu Pak Bandi berkancah sebagai Atletico Nasional di SEA Games yang aktif pada tahun 1983-1991. Dia juga pernah membawa pulang gelar juara Asian Games. Setali tiga uang dengan Fanny Gunawan, Pak Bandi turut menemaninya menuju Samosir pasca acara TGF16.

“Saya di sini menemani kawan lama saya dan memandu rute menuju Samosir,” ucap pria yang akrab dengan akik di jarinya.

Legenda hidup yang ketiga ini yaitu TGF16 Commissaire sendiri. Adalah Puspita Mustika, mantan juara Sea Games 1991 di Manila, Filipina. Pria yang mengawali karir bersepedanya sejak tahun 1983 ini juga merupakan salah satu atlet Nasional. Puspita ingin melihat para generasi bangsa Indonesia mampu menjadi yang terbaik khususnya di dunia olahraga sepeda. Oleh karena itu, Puspita sangat antusias dan menjadi Chief Commissaire di TGF16. (rnd)